LOMBA DRUMBAND SE-KALIMANTAN BARAT DALAM RANGKA HUT PRODI ILMU PEMERINTAHAN UNTAN

Posted by Unknown Kamis, 28 November 2013 1 komentar
Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Tanjungpura Ponttianak menyelenggarakan lomba Drumband Se-Kalimantan Barat, Festival ini diikuti oleh tingkat SD, SMP, SLTA, serta Universitas yang ada di Kalimantan Barat, lomba yang diadakan di GOR Pangsuma , JL Ahmad Yani Pontianak , mulai tanggal 28 November 2013 untuk tingkat SMP, SLTA serta Universitas , dan tanggal 29 November 2013 untuk tingkat SD, dengan dewan juri berjumlah 5 orang. Sebanyak 12 tim drumband dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya (KKR) dan Kabupaten Pontianak, turut memeriahkan pembukaan perayaan HUT Prodi Ilmu Pemerintahan (IP) VI 2013.
sebelum  lomba dimulai para penonton serta peserta lomba disguhkan dengan beberapa kesenian dari Prodi IP untan diantaranya penampilan Drumband Prodi IP, Band, dan tari bendera yang di persembahkan oleh calon-calon praja, selanjutnya diikuti lomba drumband yang diawali dari nomor undian satu yaitu Drumband Politeknik Negeri Pontianak.
Pemenang untuk tingkat SMP,SLTA serta Universitas sebagai berikut :
Juara 1. SMA Bhayangkari Kabupaten Kuburaya
Juara 2. Darussalam Kabupaten Mempawah 
Juara 3. SMA 1 Ambawang 
para pemenang mendapat penghargaan serta uang tunai untuk pembinaan

embinaan.
Read More..

PROFIL DRUMBAND STKIP PGRI PONTIANAK

Posted by Unknown Jumat, 22 November 2013 0 komentar
Adalah sebuah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) minat dan bakat, pengadaan alat dimulai dari 2008 hingga 2013 ini terjadi beberapa penambahan alat dan pergantian uniform display. Bermulai dari kegiatan ekstrakurikuler yang tergabung langsung di bawah naungan lembaga STKIP PGRI Pontianak, hingga tahun 2012 diperjuangkan untuk terpisah sehingga pengelolaan Unit ini bisa seperti UKM-UKM yang lain, hingga dilaksanakan Mubes I, untuk memperkuat posisi sebagai UKM terverifikasi sistem REMA dan Lembaga STKIP PGRI Pontianak. Namun, dikarenakan beberapa proses administrasi di kemahasiswaan yang belum selesai serta beberapa pelengkapan administrasi terbentur dengan persiapan display beberapa kegiatan, tertunda lagi.
Korps Drumband STKIP PGRI Pontianak, telah 3 kali melakukan perekrutan (terhitung sejak tanggal Mubes I), yakni angkatan 1, angkatan 2 dan angkatan 3 yang hingga saat ini total jumlah anggota dan alumni berjumlah sekitar > 100 orang, dengan 50 orang tercatat sebagai anggota aktif.
Kegiatan terakhir yang dilaksanakan adalah, Festival Drumband Tingkat Pelajar STKIP PGRI Pontianak Tahun 2013 yang dilaknsakan pada Sabtu, 27 April 2013 di Kampus Ampera STKIP PGRI Pontianak.
Adapun mengenai agenda terdekat, adalah display Wisuda dan Yudisium STKIP PGRI Pontianak, tanggal 4 dan 5 Juni 2013.
Read More..

TEHNIK LATIHAN DRILL Part 1

Posted by Unknown Senin, 18 November 2013 4 komentar
kita harus berfikir taktis dan strategis serta psikologis untuk meminta orang lain agar mematuhi perintah anda. Dedikasi yang tinggi dan kedisiplinan sangat di perlukan dalam hal ini, belum lagi peran psikologis sangatlah membantu.
Sebelum anda memulai memasukan / membuat display, maka saran saya adalah buatlah program latihan intensif terlebih dahulu. Agar kita dapat mengukur perkembangan player, dan tentu saja agar player menyadari target apa yang harus dilakukan saat latihan hingga menuju proses display dan bermusik di lapangan.
Pemanasan
Sebelum anda berlatih drill & display perlu diperhatikan beberapa hal. Beberapa hal ini bukanlah semata-mata hal sepele, namun merupakan dasar setiap kegiatan.
1. Latihan Pemanasan kaki (Khususnya pergelangan kaki dan sendi)
2. Latihan Pemanasan tangan (Khususnya pada bahu dan kekuatan otot)
3. Latihan Pemanasan badan (Khususnya pada postur badan)
Latihan tersebut memiliki tujuan tertentu yang sangat penting untuk dilakukan sebelum berlatih drill & display. Mari kita uraikan beberapa contoh latihan di atas yang biasa dilakukan dan bisa dilakukan oleh pemula.
1. Latihan Pemanasan kaki
Latihan ini difokuskan pada persendian kaki bawah dan atas. Latihan ini bertujuan
untuk melemaskan otot kaki, agar nantinya ketika melangkah dapat menjadi lentur dan tidak kaku. Pemanasan ini dapat dilakukan dengan beberapa latihan seperti : Lari-lari kecil, melangkah di anak tangga, lompat-lompat kecil, dan senam kaki yang biasanya dilakukan secara kombinasi bersamaan dengan badan.
2. Latihan Pemanasan tangan
Latihan ini difokuskan pada bahu dan kekuatan otot tangan, bila anda cermat dan
ingin hasil yang sempurna maka latihlah fokus latihan ini secara berbeda setiap section. Sebagai contoh : Player Brass akan lebih fokus pada otot bisep dan trisep karena mereka membawa alat brass. Dan sebaliknya player colour guard haruslah berfokus pada kekuatan otot tangan karena mereka akan menggunakan properti yang dimainkan nantinya. Memang pada dasarnya semua penting untuk dilatih di setiap aspek, namun alangkah lebih bijaksananya bila anda memilih program yang
berbeda setiap divisi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Sebagai contoh latihan ini adalah dengan berlatih push-up, namun dibedakan pada cara melakukan push-up nya (posisi tangan).
3. Latihan pemanasan badan
Latihan ini pastilah bertujuan untuk membuat player di unit anda lebih gagah
dalam berjalan nantinya. Nah, kebanyakan player tentu saja tidak memiliki badan yang sempurna seperti impian para coach. Namun semua pasti ingin menjadi yang terbaik. Maka dari itu latihlah dengan pemanasan seperti Back-Up danmenempatkan diri anda seperti standart postur yang di inginkan unit anda.
Ketika semua sudah dilakukan secara terus menerus tanpa terkecuali, maka selanjutnya anda harus memilki progress report / catatan rutinitas. Hal ini dimaksudkan agar kita bisa mengontrol perkembangan mereka, mintalah bantuan asisten display dan selalu pantau mereka. Seringkali para pelatih display tidak memikirkan hal ini, dan lebih berfokus pada bentuk display dll, namun sebenarnya hal ini akan menjadi boomerang di saat program berjalan bahkan hingga pagelaran.
Cara berbaris
Ada beberapa bentuk barisan yang biasanya dibentuk saat memulai kegiatan, misal berbanjar
dan bersaff. Cara ini dilakukan juga agar player mengerti tentang arti lurus dalam barisan. Misal para player di bariskan secara bersaff maka player di sebelah kiri harus meluruskan player di sebelah kanan dst.
Dalam meluruskan ada beberapa cara juga dalam melakukannya yaitu ; Dress dan Lencang.
Dress
Dress digunakan dalam meluruskan tanpa menggunakan bantuan tangan untuk meluruskan ke samping kanan maupun kiri, hal ini dimaksudkan agar terlihat rapi dan kompak, karena para player hanya menggunakan lirikan mata atau menengokan kepala untuk meluruskan. Kesulitan dalam melakukan hal ini adalah kecermatan mata player dalam menilai jarak yang tepat antara samping kanan maupun kiri nya. Bila ingin meluruskan ke kanan, maka perintah yang di berikan adalah :
Coach : “Dress Right “, “Dress!”
Saat pengucapan pelaksanaan berupa kata “Dress!” maka kepala player secara langsung menengok ke kanan, kemudian diakhiri dengan perintah Coach : “Ready”, ”Front!”
Dan kata “Front!” akan secara otomatis membuat kepala player yang tadinya menghadap ke samping kanan menjadi hadap depan seketika. Begitu juga ke kiri dan ke tengah.
Lencang
Lencang digunakan dalam meluruskan menggunakan bantuan tangan saat meluruskan ke samping baik kanan maupun kiri. Lencang digunakan untuk memudahkan player dalam meluruskan karena membiasakan player untuk mengerti jarak yang di inginkan bila anda ingin melatih drill tanpa alat. Hal ini juga disarankan bagi pemula yang baru mencoba melakukan latihan drill basic. Perintah yang digunakan adalah :
Coach : “Lencang kanan” , “Grak!”
Player : Maka tangan kanan player mengepal dan di angkat 90 derajat ke samping kanan. (Bila dirasa sudah lurus maka Coach akan memberi perintah)
Coach : “Tegap” , “Grak!”
Kedua cara tersebut meiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun semua harus ddilakukan secara berkala dan intensif karenan semua bermula dari kebiasaan yang dilakukan secara terus menerus.
Berjalan
Ketika semua sudah lurus sesuai harapan, maka kita dapat memulai berjalan ke depan terlebih dahulu. Biasanya menggunakan hitungan langkah, sebagai contoh :
Coach : “8 step ke depan”, dan perintahnya adalah “mark time-mark time, 1234!”
Player : Saat kata mark time ke dua diucapkan maka kaki kiri player berjalan di tempat terlebih dahulu, dan akan memulai berjalan pada hitungan ke-4 dan dimulai dengan langkah pertama yaitu kaki kiri.
Ada beberapa style yang digunakan oleh masing-masing unit dan berbeda dengan unit lain, jadi apabila saat kata-kata mark time terucap maka tidaklah wajib untuk melakukan jalan di tempat terlebih dahulu, hal ini tentu saja harus disepakati oleh unit anda.
Pemilihan standart style
Pemilihan standart ini dimaksudkan agar unit anda memilki gaya dan ciri yang
menggambarkan karakteristik unit anda. Misal cara siap, istirahat, hormat, cara berjalan, memegang alat saat istirahat, memegang alat saat siap, memegang alat saat berjalan, horn up, stick up, flag up dll. Mengapa?????
Kita tidak mungkin akan berlatih bila unit anda belum memilki standart yang sudah paten, hal ini akan meyulitkan keserasian berjalan dan style masing-masing individu. Pemilihan ini juga dimaksudkan agara pelatih dapat sesegera mungkin mengoreksi player yang salah dalam melakukan eksekusi gerakan di lapangan. Dengan adanya standart ini pula para player akan dihadapkan pada
sebuah ketentuan yang harus mereka patuhi setiap latihan dimulai.
Latihan perdana
Pada saat latihan pertama saran saya jangan langsung menuju pada fokus latihan, namun buatlah para player mengerti tentang drill dan display terlebih dahulu. Sebab, drill & display bukanlah sesuatu yang bisa di dengar oleh mereka seperti mereka bermain musik, namun drill & display adalah suatu kebiasaan dimana itu harus dibudayakan secara terus-menerus. Pemahaman drill & display harus dilakukan dengan setulus hati,karena drill & display menuntut satu tim melakukan satu gerakan yang sama. Drill & display adalah suatu kesatuan gerakan, pikiran dan emosi yang tertuang pada kerapihan gerakan dan keseragaman berbaris di lapangan.
Sebagai contoh The Cavaliers, mereka sangat displin dalam berdisplay, banyak chart display yang berbentuk simetris, namun mampu dilakukan secara sempurna. Hal ini adalh contoh yang signifikan bahwa apabila player mengerti apa yang harus dilakukan, dan anda mampu mengarahkan dengan benar maka player dapat melakukan secara sempurna.
Saran saya saat latihan perdana adalah ajaklah para player untuk berdiskusi mengenai drill & display, buatlah penasaran dengan drill & display. Kemudian ajaklah untuk menonton video bersama
bisa saja menonton DCI,GPMB,JBA,dll. Kemudian mintalah para player untuk membuat ringkasan dari satu pagelaran. Dari situ anda akan mengerti seberapa pemahaman mereka tentang drill & display.
Jenuh
Beberapa orang akan berfikir bahwa latihan drill & display sangat membosankan, hal ini perlu dicermati sebagai suatu pembelajaran. Misal :
Coach
1. Koreksilah diri anda, sudahkah anda memberi perintah yang benar?
2. Konsistenkah anda dalam melatih?
3. Seberapa banyak motivasi anda kepada player di dalam dan luar lapangan?
4. Apakah anda memberikan solusi ketika player bermasalah?
Player
1. Apakah anda mengikuti instruksi pelatih dengan baik?
2. Apakah anda memahami tujuan latihan drill & display?
3. Apakah ketika istirahat, anda benar-benar menggunakan waktu istirahat dengan baik?
4. Apakah anda nyaman dengan pola latiah seperti ini?
Beberapa koreksi di atas dapat menolong anda ketika player mengalami
kejenuhan atau bahkan anda mengalami kejenuhan. Mengapa dikatakan menjenuhkan?, beberapa alasan yang pasti adalah :
1. Program latihan itu-itu saja
2. Menjenuhkan sebab tifak bisa dilihat oleh diri sendiri (Player)
3. Kurang jeli dalam melihat setiap detil (Coach)
4. Terlalu serius dalam setiap sesi latihan
5. Keragu-raguan dalam bertindak, karena minimnya pengetahuan akan drill & display (Coach & Player)
6. Target latihan tidak jelas
Kerjasama Tim
Pelatih drill & display harus meminta bantuan kepada pelatih yang lain, sebab seorang pelatih drill tidak bisa mengawasi para player secara keseluruhan pada saat yang bersamaan,kecuali anda memiliki beberapa asisten. Hal ini juga perlu dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada mereka (Pelatih Section Lain) untuk memahami bagaimana karakteriistik para playernya di lapangan.
Read More..

PROFIL SMUNJU D'COPRS

Posted by Unknown Minggu, 17 November 2013 0 komentar

SMUNJU D'CORPS  merupakan salah 1 kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Umum Negeri  ( SMUN ) 7 kota Pontianak yg ber anggotakan siswa-siswi kelas X-XII SMUN  7 Kota Pontianak. SMUNJU D'Corps masih tergolong unit baru karena  Berdiri pada tanggal 16 agustus 2012 dengan nama SMUNJU D'CORPS. adapun tujuan berdirinya Unit Drum Corps SMUN 7 adalah Sebagai Berikut :
1.    Menyalurkan dan mengembangkan bakat siswa di bidang seni, khususnya seni musik dan tari melalui
       kegiatan Marching Band;
2.    Memberi wadah dan lingkungan yang kondusif bagi perkembangannya setiap minat, bakat, dan potensi
       anggota  menuju arah puncak prestasi, baik di dalam kualitas permainan, berorganisasi,
       maupun berinteraksi terhadap lingkungannya;
3.    Mempersiapkan para anggotanya untuk menjadi manusia dewasa, baik sebagai pribadi maupun sebagai
       angggota Unit SMUN 7 D'Corps.
Pembina :- Kepala Sekolah SMUN 7 
- WAKA Kesiswaaan

Pelaksana Harian :
Ketua                   : Hanum
Sekretaris            : Fariz
Bendahara           : Gita



Read More..

12 MENIT SELAMANYA " FILM MARCHING BAND PERTAMA INDONESIA"

Posted by Unknown 0 komentar
Sinopsis dan Info Film Terbaru '12 Menit Untuk Selamanya' ---Setelah sukses dengan film drama cinta yang menguras tangis yaitu Habibie dan Ainun, sutradara Hanny R Saputra yang berada 'di bawah lindungan ka'bah' yakin akan membuat penonton menangis meski film terbarunya yang baru akan digarap ini bukan bertema tentang cinta.
Pada saat ini Hanny R Saputra sedang menggarap film terbarunya yang berjudul '12 Menit Untuk Selamanya'. Film ini menceritakan tentang perjuangan sebuah grup marching band yang berdedikasi untuk memenangi kompetisi.
Pada jumat sore (21/12) saat konferensi pers Hanny mengungkapkan keyakinannya tentang film 12 Menit Untuk Selamanya ini, "Saya yakin sekali akan banyak penonton yang menangis. Apalagi pada film ini menggunakan 24 kamera yang untuk pertama kalinya di Indonesia.
Menurut Hanny Judul 12 Menit Untuk Selamanya yang diambil berdasarkan durasi tim marching band pada saat berkompetisi ini memiliki filosofi tersendiri, selain itu film 12 menit untuk selamanya ini juga diramaikan pemain marching band profesiaonal dan dibintangi oleh Titi Sjuman Verdi Solaiman, Nunik L. Karim, Suzuki dan aktor lawas Hengky Sulaiman.
Hanny yakin untuk memilih Titi Sjuman sebagai pelatih marching band dalam film 12 Menit untuk selamanya ini meskipun Titi belum pernah memiliki pengalaman sebagai pelatih marching band, namun berdasarkan latar belakangnya sebagai drummer dan sempat menjadi pemimpin orchestra anak-anak dirasa cukup membantu untuk mendalami karakternya tersebut.
 
Read More..

PIHAK SWASTA PERLU MEMBANTU PERKEMBANGAN MARCHING BAND DI KALIMANTAN BARAT

Posted by Unknown 0 komentar
Marching Band Gresik di support oleh PT.Semen Gresik
Marching Band PKT Bontang di Supoort Oleh PT. Pupuk Kaltim
Marching Band Mandiri Heritage  di support BANK MANDIRI
Marching Band Petrokimia Gresik di Support Oleh PT. Petrokimia
dan masih banyak lagi Marching Band di Tanah Air ini yang di kelola oleh pihak swasta, sudah sepantasnya lah Kalimantan Barat mempunyai Unit Marching Band yang di Kelola Oleh Pihak Swasta, coba kita lihat berapa banyak puluhan Perusahaan Sawit atau perusahaan lainnya baik yang kepemilikan sahamnya bersumber dari dalam negeri ataupun luar negeri, tapi tidak ada satupun yang bergerak untuk membangun pemuda-pemudi Kalimantan Barat melalui unit Marching Band, padahal dengan mengadakan kegiatan tersebut banyak keuntungan yang bisa berdampak langsung pada perusahaan yaitu bisa mempromosikan perusahaan tersebut baik itu pada saat event dalam negeri ataupun luar negeri.
Anak-anak muda Kalimantan Barat perlu mendapat perhatian khususnya di bidang Marching Band agar bakat-bakat mereka di bidang seni bisa di salurkan dengan tepat, perlu campur tangan baik dari pihak Pemerintah dan Swasta bekerjasama  untuk membangun satu unit Marching Band yang mempunyai  program dan tujuan yang jelas serta  pondasi yang kuat serta menguntungkan kedua belah pihak.
banyak manfaat jika terbentuknya Marching Band di Kalimantan Barat, selain bisa mempromosikan daerah baik itu di dalam dan luar negeri, juga bisa mencegah para remaja di Kalimantan Barat dari bahaya kriminalitas serta bahaya dari Narkoba.
Membangun Unit marching Band Memang tidak mudah di perlukan Komitmen kuat mulai dari pengurus tingkat atas sampai ke tingkat bawah begitu juga dengan player  sehingga unit ini bisa tetap eksis dan memberikan kebanggaan dan mengharumkan nama KALIMANTAN BARAT baik nasional maupun internasional  
 
 
 
 
Read More..

MEMBANGUN SEBUAH UNIT DRUMBAND ATAU MARCHING BAND

Posted by Unknown Rabu, 13 November 2013 0 komentar
Tulisan saya ini saya tujuan khususnya bagi para pengurus, pembina dan pelatih Drumband dan Marching Band yang berada jauh dari pusat kota atau di daerah-daerah, utamanya lagi khusus untuk unit Drumband dan Marching Band yang ada di lingkungan sekolah, baik tingkat Dasar, Menengah maupun tingkat Atas.
Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat, paling tidak bisa menjadi bahan referensi bagi sekolah-sekolah
yang ingin mengadakan kegiatan extra kurikuler berupa Drumband dan Marching Band.
Ada beberapa hal penting yang ingin saya kemukakan disini untuk mulai membangun sebuah unit
Drumband dan Marching Banddi lingkungan sekolah

Pertama adalah masalah Perencanaan.Perencanaan awal untuk sebuah unit Drumband dan Marching Bandadalah sangat penting. Karena tentunya sekolah tidak
ingin kegiatan Drumband dan Marching Bandyang nantinya akan diikuti oleh siswa-siswa didiknya hanya seumur jagung saja
usianya.
Pihak sekolah dapat berembuk terlebih dahulu dengan berbagai pihak, seperti Komite dan orang tua
murid tentang rencana sekolah untuk mengadakan kegiatan drumband.
Tidak hanya itu, pihak sekolah harus juga mengajak beberapa tenaga ahli atau mereka-mereka yang
telah berkesimpung dalam dunia Drumband dan Marching Banddan marchingband secara lebih intensif.
Maksudnya adalah untuk mengetahui apa saja kendala yang bakal muncul dari adanya kegiatan
Drumband dan Marching Banddi sekolah, serta bagaimana cara mengatasi berbagai kendala tersebut.
Tidak lupa juga untuk mencari informasi lainnya ke sekolah-sekolah yang sudah ada kegiatan drumband
sebagai studi banding untuk mempersiapkan sekolah menghadapi kegiatan drumband.
Dalam perencanaan ini pun juga harus dapat dipahami oleh semua pihak, tidak hanya sekolah saja,
tetapi juga murid, komite dan orang tus serta guru-guru di sekolah. Semua pihak harus dapat memahami
apa maksud dan tujuan dari diadakannya kegiatan Drumband dan Marching Band tersebut.
Sebaiknya sekolah selalu mengadakan konsultasi dengan orang-orang yang telah lebih dulu tahu tentang
Drumband dan Marching Bandsecara lebih mendetail dan jelas.

Kedua adalah Pendanaan
Faktor pendanaan adalah kunci awal sebelum membangun sebuah unit drumband. Sebab berapapun
besarnya dana yang dimiliki oleh sekolah sangat berpengarhu terhadap perkembangan drumband
tersebut dimasa yang akan datang.
Faktor pendanaan ditujuan untuk pengadaan alat-alat drumband. Dan ini hanya bisa diketahui terlebih
dahulu setelah pihak sekolah menentukan perencanaan yang ingin dicapai oleh unit Drumband dan Marching Bandtersebut.
Bila pihak sekolah menginginkan adanya kegiatan Drumband dan Marching Banddi sekolahnya, maka mau tidak mau harus
sudah siap dengan segala konsekuensinya utamanya masalah pendanaan.
Faktor penting yang harus diperhatikan dalam masalah pendanaan adalah ;
1. Biaya pengadaan alat;
2. Biaya pelatihan;
3. Biaya pemeliharaan;
4. Biaya penampilan
5. Biaya kelengkapan unit;
Semuanya ini harus disusun dengan baik dalam bentuk program perencanaan yang dibuat dalam bentuk
RABS sekolah. Dan masalah ini harus dijelaskan terlebih dahulu dihadapi semua pihak mulai dari Komite,
orang tua murid hingga ke Guru atau Pembina sebagai pelaksana teknis kegiatan drumband.

Ketiga, adalah Pelatihan
Adalah tidak mungkin bila sekolah sebagai lembaga yang mengadakan kegiatan Drumband dan Marching Bandharus juga turut bertanggungjawab terhadap latihan Drumband dan Marching Bandtersebut.


Sebaiknya untuk tenaga pelatih ini harus melibatkan orang lain atau pihak ketiga yang betul-betul
menguasai teknik-teknik Drumband dan Marching Bandsecara benar dan betul.
Sehingga disini bisa terlihat, bahwa peran sekolah adalah untuk mengadakan peralatan Drumband dan Marching Bandsesuai
kebutuhan dan pihak pelatih yang bertanggungjawab untuk melatih siswa dari tidak bisa bermain
Drumband dan Marching Bandsampai menguasai teknik dalam drumband.
Dalam hal latihan, pihak sekolahpun perlu memahami, bahwa keberhasilan penampilan sebuah unit
Drumband dan Marching Bandsangat ditentukan oleh banyaknya program latihan yang dijalani oleh unit Drumband dan Marching Bandtersebut.
Boleh dikatakan bahwa kegiatan Drumband dan Marching Bandhampir memakan waktu 70% hanyalah untuk
latihan...latihan.....dan latihan, sisanya mungkin untuk penampilan dalam berbagai event yang diikuti.
Dalam hal ini pihak pelatih dan sekolah harus bekerjasama utamanya dalam menyusun program latihan
serta target yang ingin dicapai oleh unit tersebut. Pihak sekolah dan pelatih perlu bersama-sama
menyusun program event apa saja yang akan diikuti oleh unit tersebut.
Tentunya dalam hal ini pihak sekolah harus selalu berkoordinasi juga dengan aparat setempat, seperti
misalnya dengan Disdik, Pemda, Ormas atau pihak swasta lainnya yang biasa mengadakan event
kegiatan yang memungkinkan Drumband dan Marching Banduntuk tampil.

Keempat, adalah Pengadaan alat
Perlu saya tekankan disini, bahwa untuk pengadaan alat-alat drumband, hendaknya pihak sekolah selalu mencari informasi tentang alat-alat Drumband dan Marching Band dari orang-orang yang mengerti tentang drumband, atau paling tidak mencari informasi dari Lembaga resmi drumband, seperti PDBI, GPMB, dan lain sebagainya.
Sebaiknya pihak sekolah jangan cepat tergiur dengan penawaran yang cukup murah, tetapi sebetulnya
tidak layak untuk dipergunakan sebagai sebuah unit drumband.
Membeli alat-alat Drumband dan Marching Bandbagi sekolah adalah merupakan investasi, jadi harus memperhatikan tidak hanya segi harga, tetapi juga kualitas dan mutu dari alat tersebut.
Bila sekolah mampu, dapat membeli alat dengan harga diatas 50 juta sampai 100 juta. Tetapi bila tidak mampu untuk membeli sekaligus, maka hal ini dapat diprogram dalam bentuk perencanaan pembelian alat secara bertahap, misalnya untuk selama 3 tahun.
Maka dalam rentang waktu 3 tahun tersebut, kebutuhan alat-alat Drumband dan Marching Bandsudah dapat terpenuhi semuanya, paling hanya penambahan beberapa alat saja untuk melengkapinya.
Dalam hal pengadaan alatpun pihak sekolah perlu membuat perencanaan kembali tentang pergantian
atau penambahan alat yang diperlukan sesuai dengan perkembangan Drumband dan Marching Bandtersebut.
Dalam hal pengadaan alat, perlu diperhatikan oleh sekolah adalah ;
1. Jenis dan type dari alat Drumband dan Marching Band;
2. Mutu serta kualitas dari alat tersebut;
3. Kebutuhan yang diperlukan untuk sebuah unit;
4. Faktor pemeliharaan dan perawatan yang tidak sulit;
5. Sarana atau tempat penyimpanan alat.
Hal ini harus menjadi bahan pertimbangan pihak sekolah sebelum membeli alat-alat drumband. Ingat!
Pesan saya janganlah hanya tergiur dengan harga yang murah saja, sehingga kualitas alat tersebut
dalam waktu 1 tahun sudah rusak.
Perlu dipikirkan juga dalam pengadaan alat ini, bahwa alat tersebut harus dapat bertahan untuk waktu
yang cukup lama, minimal 5 tahun. Sehingga sebelum 5 tahun pihak sekolah yang melakukan
penambahan alat-alat saja yang dianggap perlu, sebelumnya akhirnya mengadakan pergantian alat
dengan yang baru kembali.
Hal ini perlu, karena perkembangan dunia Drumband dan Marching Banddan marchingband baik di Indonesia maupun didunia, perkembangannya sangat pesat sekali. Sehingga hampir setiap tahun selalu ada alat atau jenisalat yang baru yang dapat dimainkan dalam sebuah unit drumband.
Demikianlah saya berharap tulisan saya yang sedikit ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pihak
sekolah atau siapapun juga yang ingin mendirikan sebuah unit Drumband dan Marching Banddan marchingband.
Bukan maksud saya untuk mengajari, tetapi semoga tulisan saya ini bisa menjadi pertimbangan bagi
sekolah-sekolah yang saat ini begitu antusiasnya untuk mengadakan kegiatan drumband.
Semoga dengan semakin berkembangnya kegiatan Drumband dan Marching Banddi sekolah ini, maka akan semakin semaraklah perkembangan Drumband dan Marching Band di Indonesia.
(Copyright@Shanny Ratman)
VIVA DRUMBAND DAN MARCHING BAND KALIMANTAN BARAT!!!!
Read More..

Total Tayangan Halaman